/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-3/ani340.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-3/ani340.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */ One Piece - Tony Tony Chopper

Kamis, 06 Agustus 2015

Waiting


Ku menunggu
Menunggu dirimu yang mau menerimaku
Aku telah berusaha
Memberikan perhatian
Semangat di saat kau ujian
Nasihat di saat kau
Lelah menghadapi dunia
Aku telah menyatakan perasaan ini
Tapi kau menolaknya
Walau kau mengatakan
Kita sebaiknya berteman saja
Itu katamu
Aku tetap menunggu
Segala usaha telah coba
Hanya dirimu yang dapat menentukannya
Ku serahkan kepadamu

Pujaan hatiku 

Selasa, 04 Agustus 2015

sehelai benang

terkadang kata tak sanggup tuk menggambarkan
perasaan yang ada di dalam hati
namun terkadang pula
tindakan mengacaukan rencana yang telah ada
aku gugup
aku kesal
dan aku merasa diriku
hanya seperti sehelai benang
tak dapat tuk menghangatkan tubuh
tapi kini kusadari satu hal
walau hanya sehelai benang
namun benang yang begitu panjang
yang memiliki masa depan
aku dapat menjadi apa yang aku mau
bahkan ku yakin pasti
ku juga pasti kan mendapatkan hatimu 

Minggu, 02 Agustus 2015

ini jalanku



          Cinta itu memang menarik begitu banyak hikmah yang bisa di ambil dari cinta dan cinta itu juga unik. Beragam jenis cinta yang ada di dunia ini dari cinta terlarang, cinta monyet, hingga cinta-cinta lainnya, tapi bukan hanya sesama manusia saja yang disebut cinta namun makhluk hidup yang berbeda jenis pun dapat merasakan cinta seperti aku yang sangat mencintai kucing dan tanaman karena mereka itu memiliki keunikannya tersendiri. Pasti kalian juga merasakan hal yang sama, yah walaupun terhadap hal yang berbeda denganku. Perkenalkan namaku revan seorang guru di sma negeri di kotaku, ehh bukan kotaku tapi lebih tepatnya kota tempatku tinggal. Walaupun cintaku tak serumit cinta orang lain yang begitu menarik perhatian, tapi cukup bagus untuk di baca.

          Semua bermula ketika aku masih kelas sebelas sma, suasana begitu berisik di hari pertama tahun ajaran baru. Hanya beberapa teman saja yang dapat aku kenali dari sekian banyak orang di dalam kelas termasuk temanku ketika kelas 10 ira, ia juga lah yang memperkenalkanku kepada teman-teman yang begitu baik kepadaku hingga saat ini. Walau terkadang menyebalkan sih, kembali ke cerita. Aku memulai tahun ajaran baru dengan hanya diam menatap teman-teman lain yang berusaha saling mengenal satu sama lain. Namun aku berbeda aku belum bisa menerima suasana yang baru secepat mereka, aku butuh waktu yang lama untuk itu.

          Ira yang duduk di sampingku mencoba memperkenalkan teman-teman yang baru di kenalnya yang sedang duduk di belakan kami. Dengan menarik nafas panjang lalu ku hembuskan semuanya lalu berbalik badan memasang senyuman seadanya pada wajahku yang datar ini, mereka pun mulai memperkenalkan dirinya masing-masing. Setelah memperkenalkan diri mereka mulai mengobrol hal-hal yang sama sekali tak membuatku tertarik, aku hanya berusaha menjadi pendengar yang baik saat itu.

          Setelah berjalannya waktu aku pun mulai dekat dengan mereka yang ternyata sangat asik dan ada seseorang yang membuatku tertarik dalam kelompok ini, ia bernama diyah. Kami selalu berusaha sekelompok ketika di berikan tugas maupun dalam mengerjakan tugas-tugas yang lain, jadi aku cukup sering bertemu orang itu. Dia adalah orang yang menarik sih, gak seperti yang lain menjalani kehidupannya dengan barang-barang yang bagus walau sebenarnya ia mampu membelinya dan berdandan dengan secukupnya saja gak lebay kayak yang lain. Aku pun cukup sering ke rumahnya, bahkan sampai tetangganya cukup akrab denganku.

          Aku sangat senang sekali berada di dekatnya, sebelumnya aku belum pernah merasakan cinta. Sehingga selama ini aku hanya menyimpannya saja dan menganggap perasaan ini adalah sebuah perasaan karena sebuah pertemanan. Hingga suatu ketika kami melakukan jalan-jalan ke sebuah tempat wisata dan aku merasakan sesuatu yang sangat menyayat hati, kejadiannya begitu singkat.
Ketika kami lelah berkeliling kami semua duduk dekat sebuah pohon dan ada salah satu temanku yang menyatakan cintanya kepada diyah, perasaanku saat itu begitu hancur dan kesal. Hancur karena diyah menerimanya dan kesal karena diyah langsung di peluk oleh pria tadi tanpa ada penolakan sama sekali. Setelah saat itu pun aku hanya dapat memberikan tawa dan senyuman palsu agar mereka tak mengetahui apa yang aku rasakan saat ini.

           Ternyata hubungan mereka tak begitu lama entah alasan apa yang membuat mereka begitu tapi aku tak peduli yang penting aku bahagia karena sekarang aku memiliki kesempatan tuk memilikinya. Namun semua tak berlangsung lama ketika kelas 12, ia pindah kota. Entah alasan apa yang membuatnya pindah, hati ini kini terasa sepi dan hampa tanpa adanya dia. Hari-hari pun terus kujalani, aku telah berusaha menghubngi nomornya tapi tak ada jawaban darinya dan ia pun menjadi jarang membuka media sosial. Bahkan hampir gak pernah lagi membukanya, aku yang tak sempat menyatakan perasaan ini hanya mampu menyimpannya di sudut terdalam di dalam hati sehingga aku tak lagi dapat melihatnya dalam hatiku.

          Kini aku telah menjadi salah satu mahasiswa negeri di daerahku, aku mengambil jurusan pendidikan kimia. Walau menjadi guru bukanlah cita-citaku, tapi kimia adalah pelajaran yang sangat aku senangi, yah walau sebenarnya sih aku gak pernah memiliki cita-cita dalam hidupku. Aku hanya memiliki impian sejak kecil yaitu merawat tanaman di rumahku yang letaknya di pinggiran kota yang begitu nyaman bersama kucing-kucing yang dapat membuatku tersenyum ketika mereka bermanja-manjaan minta di elus pada rambut halus mereka dan juga membuat sebuah toko yang menjual tanaman-tanaman, juga beberapa hal yang di jual toko tanaman lainnya.

          Selama aku menjadi mahasiswa selama 4 tahun tak pernah ada yang pernah membuatku tertarik tuk menjadi kekasihku, mereka hanya ku anggap teman saja. Hingga aku menjadi guru dan impianku terwujud pun  aku belum juga menikah. Hingga membuat kedua orang tuaku resah dengan anaknya yang akan menjadi bujangan abadi. Namun semua itu berbeda sejak hari ini, hari ini hari minggu sehingga aku dapat mengawasi pegawaiku yang ada di toko. Ketika aku sedang asik merawat beberapa tanaman-tanamanku ada seseorang yang mengagetkanku, “ mas di sini ada menjual bunga mawar putih ? “ tanyanya sambil memegang topi yang ada di kepalanya. Ketika aku berbalik aku terkejut dan dia pun sama terkejutnya dengan diriku, ternyata dia telah kembali. “ diyah, sejak kapan kamu kembali kemari ? “ jawabku yang buka jawaban dari pertanyaan yang dia ajukan tadi. “ belum lama kok, kamu dah sukses yah sekarang “ aku hanya dapat tersenyum atas pujian itu. “terima kasih, oh ya tunggu sebentar yah aku mengambil mawarnya dulu “ aku pun bergegas ke belakang menyuruh pegawaiku mengambil beberapa tangkai mawar putih untuknya.


          Kami pun mengobrol panjang lebar, ternyata ia kemari sedang liburan bersama suaminya dan mereka baru saja menikah sebulan yang lalu. Ketika sedang asyik mengobrol ada suaru yang mengujutkan kami, “ diyah, kok lama banget sih “ tanya pria itu. “ oh ya aku sampai lupa, karena ngobrol jadi gak ingat kalau kamu nungguin. Ini revan teman aku saat sma “ jawab diyah . “ yogi “ ucapnya lalu kami bersalaman. Lalu tak lama mereka pergi yang ternyata ingin mengunjungi keluarga diyah yang sedang sakit, jadi ia memebeli bunga. Mereka pun pergi meninggalkanku yang dari tadi memandang kepergian mereka. Terasa sakit memang namun aku tetap harus menjalani hidupku dengan bahagia karena aku yakin dia bukanlah cinta sejatiku. Aku yakin pasti cinta sejatiku pasti telah lama menungguku di luar sana, aku pun akhirnya dapat bahagia melihatnya yang kini bahagia dan semua terasa begitu ringan ketika aku melapaskan sesuatu yang selama ini menusuk hati terdalamku.

Rabu, 29 Juli 2015

Story Of My Love

story of my love


          Hari ini adalah hari aku ingin menyatakan cinta kepada seorang seorang gadis yang membuat aku selalu berdebar bila berada di dekatnya maupun ketika memikirkannya, aku selalu merasa nyaman dan berada di sampingnya. Tidak seperti perempuan ketika melihat kecoa atau cicak memang berdebar sih, tapi itu bukan rasa cinta namun itu rasa kaget, geli dan takut yang mereka rasakan. Tak kusangka ketika ku menyatannya ia langsung menerimaku, sempat agak gak yakin sih kalau dia mau terima aku tapi aku tetap optimis aja dan benar saja tidak ada yang dapat mengetahui isi hati seseorang kecuali orang itu sendiri dan tuhannya.
          Tak terasa waktu telah begitu lama berjalan terkadang kami sering bertengkar ketika salah paham namun tak lama pasti kami pasti berbaikan kembali. Siapa yang salah di antara kami pasti akan mencoba membujuk pasangannya dengan cara kami masing-masing yang selalu berbeda seperti ketika aku terlambat setengah jam ketika kami ingin jalan, karena aku sibuk membantu ibuku. Ia sangat marah dan kesal karena sebaiknya aku memberitahunya sehingga tak membuatnya menunggu lama dan ia pasti dapat memahaminya. Jadi aku berusaha menghiburnya dengan menyanyikan lagu romantis dengan alunan musik dari gitar dan memberikannya setangkai bunga tulip kesukaannya, ia pun tersipu malu lalu kami berbaikan kembali.
           Ketika kami telah bekerja, ia bekerja di sebuah perusahaan swasta di kota ini. Sedangkan aku berwirausaha di bidang properti dan tanaman sehingga di pernikahan kami ini begitu banyak bunga-bunga dan tanaman yang menghiasi pernikahan kami namun tetap saja tuliplah yang menjadi bunga utama yang menghiasinya.
          Berdiriku memandang bintang yang indah, hembusan angin yang sejuk menyerang kulitku yang sedang berdiri di atas bukit. Begitu banyak pepohonan pinus dan cemara yang menghiasi bukit ini dan ada beberapa villa yang terisi beberapa pasangan seperti kami, yang mungkin sedang menjalani honey moon tapi ku kira untuk kami lebih cocok kalau di sebut honey star deh karena dari tadi kami hanya dapat melihat bintang dan bukannya bulan. Aku kini sedang duduk di rerumputan bukit bersama istriku yang menyandar di bahuku walau gak seperti para atlet binaraga. Tapi tetap saja begitu romantis dengan suasana yang seperti ini dan aku sekarang harus dapat menjaga dirinya bukan hanya hatinya lagi.
          Walau pernikahan kami telah berlangsung sekitar 10 tahun lamanya tapi kami belum juga di karuniai seorang anak namun kami tetap bahagia menjalani hubungan ini, kami juga selalu berusaha agar memiliki anak dengan berkunjung ke beberapa tempat yang di sarankan para sahabat atau pun keluarga dan juga beberapa saran-saran lainnya. Supaya kami dapat segera menimang anak kecil seperti sahabat kami lainnya.
          Hingga suatu ketika, kami liburan di wilayah indonesia timur tepatnya di irian jaya. Menikmati pemandangan yang masih begitu asri dan indah adalah salah satu hobi kami, hingga suatu ketika kami berkunjung ke rumah dokter yang katanya menyukai tanaman herbal. Kemungkinan ia dapat menolong kami, walau istriku sempat gak yakin. Aku terus memberinya semangat dan ia pun menurut. Sekembalinya kami dari liburan ia terus meminum ramuan-ramuan herbal yang di berikan itu.

          Setelah beberapa minggu istriku mulai mual-mual dan ketika di cek ke dokter ternyata ia positif hamil dan betepa gembiranya aku mendengar hal ini. Setelah beberapa bulan, inilah saatnya ia melahirkan. aku yang sedari tadi menemani persalinan ini, aku turut menangis dengan sendirinya ketika mendengar tangisan seorang bayi. Akhirnya kami pun memulai hidup bahagia dengan keluarga kecilku. Dengan lahirnya seorang pangeran tampan yang begitu mirip dengan paras ibunya imut, putih, rambut yang tebal dan bibir merahnya. Kisah dengan keluarga kecil ini pun baru saja di mulai.

Senin, 27 Juli 2015

Melody of love

          Suasana sekolah sekarang sudah sepi hanya tersisa anak-anak osis yang baru saja selesai rapat termasuk aku, aku berjalan sendirian menuju tempat parkir namun ketika di dekat ruang musik ku mendengar suara yang begitu menenangkan. Itu adalah suara piano ketika ku membuka ruang musik ku melihat seorang gadis yang sedang memainkan jarinya pada tuts piano yang ada di hadapannya.

          Di saat itu pula ia berhenti memainkan jarinya dan pandangannya beralih kepadaku yang berada di depan pintu. “hei permainanmu bagus sekali, kalau boleh tau siapa namamu ? “ tanyaku penasaran. “ terima kasih, aku reina “ ia tertunduk dan ku lihat wajahnya terlihat sedikit memerah. “ kamu kelas berapa, kok aku gak pernah lihat ? “ tanyaku lagi. “ ehm... aku baru pindah hari ini, aku kelas 11 ipa 1. Aku pulang dulu yah mungkin ayah aku dah jemput “ ia masih malu-malu menjawab pertanyaanku dan langsung pergi menuju keluar.

          Aku yang sedari tadi berdiri pun hanya dapat melihat ke pergiannya dan kulihat di dekat piano itu ada sebuah tas. pasti itu tas reina, gadis yang baru saja ku temui tadi. Aku pun langsung mengambil tas itu dan berlari keluar mengejar gadis tadi, untung saja gadis itu masih ada di gerbang sekolah sehingga aku dapat mengembalikan tasnya ini. “ reina “ teriakku sambil berlari mendekatinya . ia langsung menoleh kepadaku, “ nih tas kamu tadi tertinggal. Oh ya aku lupa memperkenalkan diri aku, aku levi kelas 11 ipa 2 “ aku langsung memberikan tasnya ketika aku sudah berada di depannya, lalu berjabat tangan yang tadi belum sempat terjadi. “ terima kasih yah, aku lupa membawa tasku tadi “ wajahnya pun semakin merona dan berwarna merah seperti tomat, aku yang melihatnya hanya dapat tersenyum melihat dirinya. Tiba-tiba sebuah mobil datang menghampiri kami “ rei, ayo pulang “ sapa seorang pria dari dalam mobil itu. “ ya, yah. Terima kasih yah sekali lagi “ ia langsung menuju kedalam mobil dan mobil itu langsung pergi meninggalkanku sendiri.

         Aku yang kini sedang berbaring dan menghadap ke langit-langit kamarku sambil tersenyum memikirkan kejadian tadi siang, semuanya begitu indah tak seperti hari-hariku sebelumnya. Ini karena gadis itu, reina. Wajahnya begitu cantik rambut panjangnya yang bergelombang, kulit putihnya yang tidak pucat dan wajahnya yang memerahlah yang membuatku kembali tersenyum ketika mengingatnya.

          Ketika aku sampai di sekolah aku langsung menuju kelasnya, siapa lagi kalau bukan kelasnya reina. Aku melihat sekeliling kelasnya namun tak terlihat. Niatku pun harus di tunda tuk sementara karena bel sudah mau berbunyi. Di saat jam istirahat pun masih juga sama, jadi aku pun pergi ke ruang musik tuk memainkan salah satu alat musik kesukaanku di sana yaitu biola. Ketika ku mmendekati ruang musik kembali terdengar alunan piano, ternyata dia di sini aku pun langsung masuk dan menemuinya “ hei reina, ternyata kamu di sini “ tanyaku sambil tersenyum, ia yang terkejut langsung menghentikan permainannya dan wajahnya itu kembali memerah “ ada apa levi kau mencariku “ ia menjawab sambil tangannya memainkan tuts piano. “ gak ada sih, ehm... gimana kalau sekarang giliranku yang memainkan biola dan kau mendengarkannya “ langsung ku ambil biola yang berada tak jauh dari tempat kami berada dan alunan melodi indah pun mengalir. Tak lama setelah musik tadi selesai bel berbunyi dan kami langsung menuju kelas masing-masing.

          Tadi ketika pulang sekolah aku menawarinya tuk mengantarnya karena ayahnya cukup lama tuk menjemputnya, lalu ia menelfon ayahnya bahwa ia tak perlu di jemput dan pulang bersamaku. Ayahnya pun mengizinkannya, ternyata rumah kami tak begitu jauh hanya berjarak beberapa rumah. Aku menghantarnya menggunakan sepeda motorku. Lalu aku di tawarinya untuk masuk dan ternyata ibunya sangat baik kepadaku, ibunya juga cantik seperti reina walau usianya yang tak lagi muda.

          Sudah sebulan lamanya kami bekenalan, aku sudah akrab dengan keluarga reina karena mereka sangat baik kepadaku. Ibuku pun ternyata mengenal ibunya reina yang ternyata teman smanya dulu, ketika menjalani pertemanan ini aku merasa begitu nyaman bersama reina melihat tawanya,senyumnya yah walau sekarang wajah sekarang sudah jarang memerah ketika berada di dekatku. Hari ini aku ingin mengungkapkan perasaanku kepadanya dan ku sangat optimis mengenai hal ini namun karena ini adalah pertama kalinya aku menembak seseorang dan pertama kali juga menjalani pacaran aku merasa gugup tuk. Karena hari ini hari minggu ku berencana mengajaknya ke taman dekat rumah kami tuk menjalankan misiku ini.

          Aku menggunakan pakaian yang cukup santai celana pendek selutut dan t-shirt berwarna biru, ku mengayuhkan sepeda yang memiliki tempat duduk di belakangnya dan ada keranjang di depannya agar menambah suasana romantis. Ketika ku tiba di rumahnya ia juga lebih kurang sama denganku celana pendek dan t-shirt berwarna biru yang sama denganku, aku langsung tersenyum melihat pakaian kami yang couple padahal belum lagi pacaran pakaiannya dah couplean ucapku dalam hati.

          Suasana di taman kali ini cukup ramai karena hari ini hari minggu jadi banyak yang melepaskan lelahnya di tempat ini, kami duduk di bangku taman dekat sebuah pohon yang cukup rindang dan di sini tak begitu ramai namun juga tidak sepi. Kami pun mulai berbincang-bincang di selingi tawa di antaranya, langit mulai berubah warna menjadi sunset yang begitu indah tuk di pandang dan ku pikir inilah saat yang tepat untuk menyatakannya “ rei ...”lirihku. “ ada apa, lev “ ia memandang aku penuh tanya. “ sebenarnya aku sudah lama suka sama kamu dan aku merasa begitu nyaman jika dekat kamu, ehm.. aku cinta sama kamu dan maukah kau menjadi pacarku “ aku mengatakannya sambil memegang kedua tangannya “ ngapa gak dari dulu bilangnya, aku dah nunggu lama banget. Tentang jawabannya aku mau jadi pacar kamu lev “ jawabnya dengan muka yang memerah yang amat ku suka dan ku peluk dia dan mengatakan “ terima kasih rei, aku akan jadi pacar yang terbaik buat kamu “ ia hanya mengangguk mendengarnya

         Kini hari-hari kami begitu bahagia, kami juga sering bermain musik bersama dan berjalan-jalan ditaman sambil berpegangan tangan. Menatap mentari tenggelam bersama kami juga sering mengerjakan tugas bersama saling mengajari dan membimbing satu sama lain. Orang tua kami pun senang mengetahui hubungan kami.


Melodi sebuah lagu membawa rasa dalam setiap alunannya
Tergantung keadaan hati orang yang memainkannya
Terkadang mengiris hati hingga berbuah tangis
Namun juga tercipta senyuman manis yang meluluhkan jiwa
Begitu juga cinta tergantung permainan seperti apa yang kalian mainkan
Jika kau ingin merasakan kebahagiaan
Jalanilah dengan suka cita dan jangan kau jalani dengan keterpaksaan
Yang mengakibatkan hancurnya hubungan kalian
Nikmati hubunganmu dan jangan bertindak berlebihan



Quote 2


Walau terkadang kau telah memiliki seseorang yang ada di hatimu namun ada orang lain yang dekat denganmu yang berada di sana juga. Cobalah memikirkan yang mana yang lebih tepat untukmu jangan hanya mengandalkan nafsu sesaatmu

-Debby Andrianto


Ketika kau melihat awan di saat senja kau akan merasa ketenangan yang begitu mudah tuk di dapatkan


-Debby Andrianto


Hati tanpa cinta bagai rumah tanpa penghuni. Tapi ku yakin pasti hati ini akan terisi dengan cinta dari seseorang dan rumah itu kan di huni oleh sebuah keluarga kecil.

-Debby Andrianto


Jumat, 24 Juli 2015

puisi " Inilah Diriku "

Inilah diriku

Terasa hampa dunia ini
Hanya ku lalui tanpa kesan
Senyuman maupun amarah
Tak pernah ku perlihatkan
Hanya wajah datar yang ku tampilkan
Namun jika ku sendiri
Semua perasaan begitu saja
Keluar tanpa bisaku hentikan
Ingin ku berhenti seperti ini
Mencoba seperti mereka
SULIT  ...
itulah yang ku rasakan
DATAR  ...

Inilah tatapan yang ku tampilkan