/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-3/ani340.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-3/ani340.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */ One Piece - Tony Tony Chopper

Rabu, 29 Juli 2015

Story Of My Love

story of my love


          Hari ini adalah hari aku ingin menyatakan cinta kepada seorang seorang gadis yang membuat aku selalu berdebar bila berada di dekatnya maupun ketika memikirkannya, aku selalu merasa nyaman dan berada di sampingnya. Tidak seperti perempuan ketika melihat kecoa atau cicak memang berdebar sih, tapi itu bukan rasa cinta namun itu rasa kaget, geli dan takut yang mereka rasakan. Tak kusangka ketika ku menyatannya ia langsung menerimaku, sempat agak gak yakin sih kalau dia mau terima aku tapi aku tetap optimis aja dan benar saja tidak ada yang dapat mengetahui isi hati seseorang kecuali orang itu sendiri dan tuhannya.
          Tak terasa waktu telah begitu lama berjalan terkadang kami sering bertengkar ketika salah paham namun tak lama pasti kami pasti berbaikan kembali. Siapa yang salah di antara kami pasti akan mencoba membujuk pasangannya dengan cara kami masing-masing yang selalu berbeda seperti ketika aku terlambat setengah jam ketika kami ingin jalan, karena aku sibuk membantu ibuku. Ia sangat marah dan kesal karena sebaiknya aku memberitahunya sehingga tak membuatnya menunggu lama dan ia pasti dapat memahaminya. Jadi aku berusaha menghiburnya dengan menyanyikan lagu romantis dengan alunan musik dari gitar dan memberikannya setangkai bunga tulip kesukaannya, ia pun tersipu malu lalu kami berbaikan kembali.
           Ketika kami telah bekerja, ia bekerja di sebuah perusahaan swasta di kota ini. Sedangkan aku berwirausaha di bidang properti dan tanaman sehingga di pernikahan kami ini begitu banyak bunga-bunga dan tanaman yang menghiasi pernikahan kami namun tetap saja tuliplah yang menjadi bunga utama yang menghiasinya.
          Berdiriku memandang bintang yang indah, hembusan angin yang sejuk menyerang kulitku yang sedang berdiri di atas bukit. Begitu banyak pepohonan pinus dan cemara yang menghiasi bukit ini dan ada beberapa villa yang terisi beberapa pasangan seperti kami, yang mungkin sedang menjalani honey moon tapi ku kira untuk kami lebih cocok kalau di sebut honey star deh karena dari tadi kami hanya dapat melihat bintang dan bukannya bulan. Aku kini sedang duduk di rerumputan bukit bersama istriku yang menyandar di bahuku walau gak seperti para atlet binaraga. Tapi tetap saja begitu romantis dengan suasana yang seperti ini dan aku sekarang harus dapat menjaga dirinya bukan hanya hatinya lagi.
          Walau pernikahan kami telah berlangsung sekitar 10 tahun lamanya tapi kami belum juga di karuniai seorang anak namun kami tetap bahagia menjalani hubungan ini, kami juga selalu berusaha agar memiliki anak dengan berkunjung ke beberapa tempat yang di sarankan para sahabat atau pun keluarga dan juga beberapa saran-saran lainnya. Supaya kami dapat segera menimang anak kecil seperti sahabat kami lainnya.
          Hingga suatu ketika, kami liburan di wilayah indonesia timur tepatnya di irian jaya. Menikmati pemandangan yang masih begitu asri dan indah adalah salah satu hobi kami, hingga suatu ketika kami berkunjung ke rumah dokter yang katanya menyukai tanaman herbal. Kemungkinan ia dapat menolong kami, walau istriku sempat gak yakin. Aku terus memberinya semangat dan ia pun menurut. Sekembalinya kami dari liburan ia terus meminum ramuan-ramuan herbal yang di berikan itu.

          Setelah beberapa minggu istriku mulai mual-mual dan ketika di cek ke dokter ternyata ia positif hamil dan betepa gembiranya aku mendengar hal ini. Setelah beberapa bulan, inilah saatnya ia melahirkan. aku yang sedari tadi menemani persalinan ini, aku turut menangis dengan sendirinya ketika mendengar tangisan seorang bayi. Akhirnya kami pun memulai hidup bahagia dengan keluarga kecilku. Dengan lahirnya seorang pangeran tampan yang begitu mirip dengan paras ibunya imut, putih, rambut yang tebal dan bibir merahnya. Kisah dengan keluarga kecil ini pun baru saja di mulai.

Senin, 27 Juli 2015

Melody of love

          Suasana sekolah sekarang sudah sepi hanya tersisa anak-anak osis yang baru saja selesai rapat termasuk aku, aku berjalan sendirian menuju tempat parkir namun ketika di dekat ruang musik ku mendengar suara yang begitu menenangkan. Itu adalah suara piano ketika ku membuka ruang musik ku melihat seorang gadis yang sedang memainkan jarinya pada tuts piano yang ada di hadapannya.

          Di saat itu pula ia berhenti memainkan jarinya dan pandangannya beralih kepadaku yang berada di depan pintu. “hei permainanmu bagus sekali, kalau boleh tau siapa namamu ? “ tanyaku penasaran. “ terima kasih, aku reina “ ia tertunduk dan ku lihat wajahnya terlihat sedikit memerah. “ kamu kelas berapa, kok aku gak pernah lihat ? “ tanyaku lagi. “ ehm... aku baru pindah hari ini, aku kelas 11 ipa 1. Aku pulang dulu yah mungkin ayah aku dah jemput “ ia masih malu-malu menjawab pertanyaanku dan langsung pergi menuju keluar.

          Aku yang sedari tadi berdiri pun hanya dapat melihat ke pergiannya dan kulihat di dekat piano itu ada sebuah tas. pasti itu tas reina, gadis yang baru saja ku temui tadi. Aku pun langsung mengambil tas itu dan berlari keluar mengejar gadis tadi, untung saja gadis itu masih ada di gerbang sekolah sehingga aku dapat mengembalikan tasnya ini. “ reina “ teriakku sambil berlari mendekatinya . ia langsung menoleh kepadaku, “ nih tas kamu tadi tertinggal. Oh ya aku lupa memperkenalkan diri aku, aku levi kelas 11 ipa 2 “ aku langsung memberikan tasnya ketika aku sudah berada di depannya, lalu berjabat tangan yang tadi belum sempat terjadi. “ terima kasih yah, aku lupa membawa tasku tadi “ wajahnya pun semakin merona dan berwarna merah seperti tomat, aku yang melihatnya hanya dapat tersenyum melihat dirinya. Tiba-tiba sebuah mobil datang menghampiri kami “ rei, ayo pulang “ sapa seorang pria dari dalam mobil itu. “ ya, yah. Terima kasih yah sekali lagi “ ia langsung menuju kedalam mobil dan mobil itu langsung pergi meninggalkanku sendiri.

         Aku yang kini sedang berbaring dan menghadap ke langit-langit kamarku sambil tersenyum memikirkan kejadian tadi siang, semuanya begitu indah tak seperti hari-hariku sebelumnya. Ini karena gadis itu, reina. Wajahnya begitu cantik rambut panjangnya yang bergelombang, kulit putihnya yang tidak pucat dan wajahnya yang memerahlah yang membuatku kembali tersenyum ketika mengingatnya.

          Ketika aku sampai di sekolah aku langsung menuju kelasnya, siapa lagi kalau bukan kelasnya reina. Aku melihat sekeliling kelasnya namun tak terlihat. Niatku pun harus di tunda tuk sementara karena bel sudah mau berbunyi. Di saat jam istirahat pun masih juga sama, jadi aku pun pergi ke ruang musik tuk memainkan salah satu alat musik kesukaanku di sana yaitu biola. Ketika ku mmendekati ruang musik kembali terdengar alunan piano, ternyata dia di sini aku pun langsung masuk dan menemuinya “ hei reina, ternyata kamu di sini “ tanyaku sambil tersenyum, ia yang terkejut langsung menghentikan permainannya dan wajahnya itu kembali memerah “ ada apa levi kau mencariku “ ia menjawab sambil tangannya memainkan tuts piano. “ gak ada sih, ehm... gimana kalau sekarang giliranku yang memainkan biola dan kau mendengarkannya “ langsung ku ambil biola yang berada tak jauh dari tempat kami berada dan alunan melodi indah pun mengalir. Tak lama setelah musik tadi selesai bel berbunyi dan kami langsung menuju kelas masing-masing.

          Tadi ketika pulang sekolah aku menawarinya tuk mengantarnya karena ayahnya cukup lama tuk menjemputnya, lalu ia menelfon ayahnya bahwa ia tak perlu di jemput dan pulang bersamaku. Ayahnya pun mengizinkannya, ternyata rumah kami tak begitu jauh hanya berjarak beberapa rumah. Aku menghantarnya menggunakan sepeda motorku. Lalu aku di tawarinya untuk masuk dan ternyata ibunya sangat baik kepadaku, ibunya juga cantik seperti reina walau usianya yang tak lagi muda.

          Sudah sebulan lamanya kami bekenalan, aku sudah akrab dengan keluarga reina karena mereka sangat baik kepadaku. Ibuku pun ternyata mengenal ibunya reina yang ternyata teman smanya dulu, ketika menjalani pertemanan ini aku merasa begitu nyaman bersama reina melihat tawanya,senyumnya yah walau sekarang wajah sekarang sudah jarang memerah ketika berada di dekatku. Hari ini aku ingin mengungkapkan perasaanku kepadanya dan ku sangat optimis mengenai hal ini namun karena ini adalah pertama kalinya aku menembak seseorang dan pertama kali juga menjalani pacaran aku merasa gugup tuk. Karena hari ini hari minggu ku berencana mengajaknya ke taman dekat rumah kami tuk menjalankan misiku ini.

          Aku menggunakan pakaian yang cukup santai celana pendek selutut dan t-shirt berwarna biru, ku mengayuhkan sepeda yang memiliki tempat duduk di belakangnya dan ada keranjang di depannya agar menambah suasana romantis. Ketika ku tiba di rumahnya ia juga lebih kurang sama denganku celana pendek dan t-shirt berwarna biru yang sama denganku, aku langsung tersenyum melihat pakaian kami yang couple padahal belum lagi pacaran pakaiannya dah couplean ucapku dalam hati.

          Suasana di taman kali ini cukup ramai karena hari ini hari minggu jadi banyak yang melepaskan lelahnya di tempat ini, kami duduk di bangku taman dekat sebuah pohon yang cukup rindang dan di sini tak begitu ramai namun juga tidak sepi. Kami pun mulai berbincang-bincang di selingi tawa di antaranya, langit mulai berubah warna menjadi sunset yang begitu indah tuk di pandang dan ku pikir inilah saat yang tepat untuk menyatakannya “ rei ...”lirihku. “ ada apa, lev “ ia memandang aku penuh tanya. “ sebenarnya aku sudah lama suka sama kamu dan aku merasa begitu nyaman jika dekat kamu, ehm.. aku cinta sama kamu dan maukah kau menjadi pacarku “ aku mengatakannya sambil memegang kedua tangannya “ ngapa gak dari dulu bilangnya, aku dah nunggu lama banget. Tentang jawabannya aku mau jadi pacar kamu lev “ jawabnya dengan muka yang memerah yang amat ku suka dan ku peluk dia dan mengatakan “ terima kasih rei, aku akan jadi pacar yang terbaik buat kamu “ ia hanya mengangguk mendengarnya

         Kini hari-hari kami begitu bahagia, kami juga sering bermain musik bersama dan berjalan-jalan ditaman sambil berpegangan tangan. Menatap mentari tenggelam bersama kami juga sering mengerjakan tugas bersama saling mengajari dan membimbing satu sama lain. Orang tua kami pun senang mengetahui hubungan kami.


Melodi sebuah lagu membawa rasa dalam setiap alunannya
Tergantung keadaan hati orang yang memainkannya
Terkadang mengiris hati hingga berbuah tangis
Namun juga tercipta senyuman manis yang meluluhkan jiwa
Begitu juga cinta tergantung permainan seperti apa yang kalian mainkan
Jika kau ingin merasakan kebahagiaan
Jalanilah dengan suka cita dan jangan kau jalani dengan keterpaksaan
Yang mengakibatkan hancurnya hubungan kalian
Nikmati hubunganmu dan jangan bertindak berlebihan



Quote 2


Walau terkadang kau telah memiliki seseorang yang ada di hatimu namun ada orang lain yang dekat denganmu yang berada di sana juga. Cobalah memikirkan yang mana yang lebih tepat untukmu jangan hanya mengandalkan nafsu sesaatmu

-Debby Andrianto


Ketika kau melihat awan di saat senja kau akan merasa ketenangan yang begitu mudah tuk di dapatkan


-Debby Andrianto


Hati tanpa cinta bagai rumah tanpa penghuni. Tapi ku yakin pasti hati ini akan terisi dengan cinta dari seseorang dan rumah itu kan di huni oleh sebuah keluarga kecil.

-Debby Andrianto


Jumat, 24 Juli 2015

puisi " Inilah Diriku "

Inilah diriku

Terasa hampa dunia ini
Hanya ku lalui tanpa kesan
Senyuman maupun amarah
Tak pernah ku perlihatkan
Hanya wajah datar yang ku tampilkan
Namun jika ku sendiri
Semua perasaan begitu saja
Keluar tanpa bisaku hentikan
Ingin ku berhenti seperti ini
Mencoba seperti mereka
SULIT  ...
itulah yang ku rasakan
DATAR  ...

Inilah tatapan yang ku tampilkan

puisi " Amarah Jiwa "

Amarah jiwa

Amarah yang terpancar
Wajah kesal tampak menegaskannya
Hembusan nafas yang tak teratur
Itulah gambaran diriku saat ini
Ucapan kasar begitu saja terlontar
Menghardik dia
Tepat di hadapanku
Wajahnya tertunduk menatap bumi
Yang tak bergerak sedikit pun
Pukulan dan hantaman
Tak pernah ku arahkan padanya
Lalu ku berlalu pergi
Meninggalkan dirinya yang mematung

Dan amarah dalam diriku

Minggu, 19 Juli 2015

kecantikan lotus

Kecantikan lotus


Bunga lotus yang bermekaran
Tepat di depanku
Di atas genangan air di dalam kolam
air yang mengalir
seketika terjatuh
seperti...
tiada apa pun yang dapat
merusak kecantikan dirinya
musim semi yang tengah berlangsung
begitu banyak bunga yang bermekaran
namun mataku hanya tertuju pada lotus
bunga yang berdiri indah
dengan tangkai kokohnya
dirimu juga sama
begitu bersinar di mata ini
mengalihkan kecantikan yang lain
tapi ada perbedaan di antara kalian
jika bunga lotus hanya bertahan tuk sementara

dan dirimu berada di sisiku tuk selamanya  

perasaan di saat senja

Perasaan di saat senja

ku lihat langit di di saat senja menyapa
gumpalan awan yang berkumpul
ibarat permen kapas
terasa manis ketika di mulut
langit yang begitu luasnya
bak samudra yang biru
namun saat ini berubah jingga
terpancar sinar mentari
sinarnya begitu menentramkan jiwa dan raga
seperti kasih seorang ibu
angin pun tak kalah saing
meniup dedaunan di pepohonan
menciptakan melodi indah
bak seorang maestro ternama
tapi semua itu tak lengkap rasanya
bila ...
tiada malaikat dengan senyuman
semanis gula di sampingku saat ini