/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-3/ani340.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-3/ani340.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */ One Piece - Tony Tony Chopper

Jumat, 07 Agustus 2015

Reynal dan yuki 2



          Sudah setahun lamanya aku dan yuki menajalani hubungan ini, begitu banyak masalah yang kami lewati namun kami tetap bersama. Aku dan yuki kini sudah kelas 12, sudah semakin mendekati yang namanya ujian nasional. Itulah yang membuat yuki terus menyemangati aku untuk terus belajar, namun karena aku yang memang agak pemalas jadi lihat buku aja bawaannya pengen tidur. Yuki lah moodbooster aku, dia membuat aku semangat untuk belajar. Hingga suatu kejadian terjadi.

          Belakanngan ini memang yuki sering mengajak aku belajar bareng bersamanya, namun karena terlalu seringnya belajar aku jadi bosan dan kini jarang kerumahnya. Kalau aku kerumahnya pasti yang di hidangkan pertama kali adalah buku, bukannya minuman atau cemilan. Yuki memang rajin dan juga pintar, ia sangat suka membaca tapi bukan untuk aku. Aku sih kalau di sekolah biasa-biasa aja walau memang cukup sering membaca buku tapi bukan buku pelajaran melainkan komik. Itulah kini yang membuatnya ngambek dengan aku, sudah seminggu lamanya kita diam-diaman, hingga ketika aku melihat ada poster di mading tentang lomba puisi yang tak lama lagi akan dia adakan di sekolah. Terbersit sebuah ide di kepalaku agar kami dapat baikan lagi dan aku membutuhkan pahlawan untuk hal ini. Dia adalah orang yang menyatukan aku dan yuki, siapa lagi kalau bukan leon.

          Di jam istirahat ini aku luangkan waktuku untuk menemui leon di dekat perpustakaan yang cukup sepi karena di sini memang jarang di menjadi tempat berkumpulnya para siswa. Ku lihat leon sudah berada di sana “ rey lama banget sih,  dah lo yang nyuruh malah lo yang lambat.  Memang mau ngomongin apa sih, di tempat sepi gini lagi “  leon agak kesal, bukan agak tapi banget. “ ehh, sorry leon. Tadi bu sarah ngedongeng melulu jadi telat gini, kan lo tau sendiri kalau bu sarah suka kayak gitu. Gini lo kan panitia osis jadi aku pengen minta bantuan lo agar yuki di jadikan mc di acara lomba puisi ntar “ aku agak mencoba memelas agar dia mau menolongku. “ memangnya ngapa sih kok lo minta yuki buat jadi mc “ leon kembali bertanya. Aku pun mulai menceritakan masalah yang aku alami dan juga renacanaku. “ ok gue bakal tolongin lo, tapi ingat ini ada bayarannya yah “ leon tersenyum karena dia bakal dapat traktiran. “ ya ya, lo tuh makan aja “ aku agak kesal namun hanya di balasnya dengan tawa.

          Menurt leon cukup sulit membuat yuki untuk mau menerima tawarannya untuk menjadi mc, namun akhirnya dia berhasil juga. Hari ini lah hari perlombaan itu di laksanakan, sudah beberapa murid maju ke panggung membacakan puisi karyanya. Setelah ini adalah giliran aku, terasa gugup banget karena seluruh murid SMA 21 dan para guru menontonnya. Tiba-tiba adikku, lili muncul kebelakang panggung tempat aku sekarang berada menunggu giliran. Lili sekarang sudah kelas 10 dan bersekolah di sekolah yang sama denganku “ kak rey semangat yah. Jangan buat malu ntar” lili mengejekku namun hanya ku balas dengan mengacak-acak rambutnya dan suara yuki dan teman mc nya memanggil namaku. “ semangat kak rey, ingat jangan buat malu “ dia cekikikan lalu berlari ke tempat siswa lain menonton.

          Aku kini berada di atas panggung memegang sebuah kertas di tanganku, sedangkan yuki dan temannya berada di sisi kanan panggung. Dia hanya menuduk sejak aku naik ke atas panggung. Aku pun mulai membaca puisiku dan membacanya sambil memandangi yuki.


Maaf
Maafkan aku atas
kesalahan yang telah ke perbuat
ku mengakui hal itu
aku bersalah dan ku mohon
maafkan lah diriku ini
ku tanpamu hanya seperti sebuah sepatu
ku tak berguna dan tiada artinya
jika bersamamu ku merasa
hidupku teramat berarti
tidak hanya untuk kita namun juga orang lain


          sebelum puisi ini selesai habis, aku menghampiri yuki yang masih saja menunduk dan memegang tangannya lalu ia mulai mengangkat kepalanya dan mulai menatapku. Mata kami saling berpandangan satu sama lain.

maaf
itulah kata yang dapat terucap dari bibir ini

lalu aku mengeluarkan setangkai bunga yang dari tadi ku sembunyikan.

“ Yuki maukah kau memaafkan aku atas kesalahan yang telah ku perbuat, jika kau memaafkanku ambil lah bunga ini dan jika sebaliknya kau dapat membuang bunga ini “ ujarku dan memberikan bunga itu

          Ku terkejut atas apa yang ia perbuat, yuki memelukku lalu berkata “ aku memaafkanmu rey “ ujarnya sedikit berbisik. Namun karena ia mengucapkannya dekat clip-on ( mikrofon yang sering di letakkan di baju saat wawancara ) jadi seluruhnya yang ada di sini dapat mendengarnya. Mereka lalu bertepuk tangan dengan semangatnya.

          Setelah mengantar pulang yuki yang masih membawa bunga yang ku berikan tadi ternyata lili lagi asik menceritakan kejadian tadi kepada mama “ ma tadi kak rey romantis banget tau ma sama kak yuki “ lili sambil memandangiku yang baru saja pulang. “ memangnya rey ngapain lili ? “ mama sepertinya tertarik mendengarnya. “ tadi kak rey minta maaf sama kak yuki, kak rey bacain puisi terus minta maafnya sambil ngasih bunga gitu. Bahkan kawan lili sampai ada yang nangis “ lili tertawa ketika dia selesai mengatakannya. “ kamu tuh yah sama aja kayak papa kamu “ mama agak pelan mencubit lenganku. “ memang papa gimana ma “ tanya aku dan lili bersamaan. “ ada deh “ mama tak menjawabnya lalu matanya kembali ke tv dan aku hanya meihat senyman di bibirnya. Kami berdua hanya kesal karena tidak di ceritakan.

          Beberapa hari sudah berlalu setelah perlombaan itu, leon datang ke kelaskku dan mengajakku entah mau  di bawa kemana. Ternyata dia membawaku ke mading sekolah dan ku lihat pengumuman pemenang dan ternyata aku juara satu dalam perlombaan itu, aku pun mulai bingung kok bisa aku yang juara satu dengan hadiah yang cukup besar jumlahnya. “ lo yah yang jadi jurinya ? “ tanyaku masih tak percaya, karena dia duduk di dekat kursi juri yang merupakan para guru “ ngapain juga aku bantuin lo, lagian itu para guru tau yang nilai. Jadikan ntar traktirannya “ dia senyum-senyum lalu yuki tiba-tiba saja hadir di antara kami “ ye, kita makan-makan nih “ yuki tampak senang dan ternyata dia tadi mengikuti kami. “ kita double date nih dan di bayarin lagi “ leon lalu tertawa dan aku hanya dapat kesal sambil menggembungkan pipiku.

          Setelah kejadian itu kami merasa semakin dekat saja namun mulai jarang bertengkar lagi dan mulai memahami satu sama lain. Yuki juga mengerti aku dan tidak terlalu menekanku untuk selalu belajar namun terkadang aku juga sering bertanya kepadanya jika tak mengerti tentang soal-soal itu. Beginilah kami menjalani hubungan ini dengan suka cita, tanpa beban. menganggap pasangan sebagai penyemangat hidup dan bukannya sebagai sesuatu yang menambah beban hidup.
Nikmati hidupmu dan jangan menganggapnya sebagai beban.

Kamis, 06 Agustus 2015

Reynal dan Yuki



KRINGGGGG.........

          Jam weker yang berada di kamarku telah berbunyi, perlahan-lahan ku bangkit dari kasur empukku yang telah menenggelamkanku di tidur malamku. Ku segera bergegas bangkit dan segera bersiap-siap berangkat sekolah, setelah selesai memakai seragam dan membawa tas yang kini ada di punggungku. Segera ku menghampiri meja makan di mana papa,mama dan adik perempuanku telah menunggu.

“pagi semua “ sapaku kepada mereka dengan riang gembira
“ ayo makan rey, ntar telat loh “ mama sambil mengoleskan selai di roti tawar yang ada di tangannya
“ rey, kamu perginya sama lili yah.  Papa gak bisa ngantar, ada urusan “ papa yang dari tadi membaca korannya mulai angkat bicara
“ iya deh pa, biar aku yang antar nona bawel ini “ aku sambil sedikit mengacak rambut lili
“ ihh ... bang rey jahat. Kan rambut aku aku jadi berantakan “  gerutunya sambil menggembungkan pipinya

          Perkenalkan aku reynal fajar, siswa di SMA 21 di bandung. Aku sekarang duduk di kelas 11 IPA 3,  sedangkan lili adikku masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Aku pagi ini entah mengapa begitu semangat unuk datang ke sekolah dan bangun tepat waktu. Padahal biasanya aku sering telat berangkat ke sekolah,  di saat memasuki ruang kelasku. Aku melihat ada kumpulan orang yang duduk di dekat mejaku,  ketika aku menghampiri mereka dan bertanya “ hei, ada apa ramai-ramai di sini “.  “ ada anak baru rey,  cantik. Kamu beruntung banget bisa duduk dengan dia “  mendengar penjelasannya, aku yang penasaran lalu membuka jalan sehingga aku dapat duduk di kursiku. Ketika ku melihatnya, ia benar-benar cantik. Tak lama bel tanda masuk pun berbunyi

          Di saat waktu istirahat ini aku mulai mengobrol dengannya karena aku gak suka waktu belajarku di ganggu oleh orang lain. “ hai . salam kenal aku reynal fajar, panggil aku rey. Kalau kamu ?” tanyaku sambil gugup. “ aku yuki sakuragi “ itulah sekilas pembicaraan kami, ia duduk di sampingku karena tak ada lagi kursi kosong yang lain dan ia ada darah jepangnya sehingga namanya yah ada unsur jepangnya.  Ia putih, matanya sipit, tingginya juga standar lah dan ia kayak wanita-wanita jepang yang sering aku lihat di anime-anime. Ia pindahan dari jakarta, karena ayahnya di pindah tugas sehingga keluarganya harus juga pindah ke bandung.

          Keesokan harinya aku kembali bangun dengan cepat alasannya sih karena aku ingin menemani yuki berkeliling sekolah karena semalam kami tak sempat tuk melakukannya. Setibanya di kelas ternyata di sudah menungguku “ hai yuki, selamat pagi. Dah lama yah nunggunya “ sapaku. “ enggak kok, aku juga baru datang “ yuki sambil membenarkan poninya. Kami pun mulai berjalan-jalan mengelilingi sekolah, aku juga sambil menjelaskan kepadanya mengenai sekolah ini seperti seorang tour guide dan juga terkadang kami tertawa bersama. Namun ketika kami di kantin ada yang menghampiri kami “ hai yuki, ternyata anak baru itu kamu. Kok gak bilang-bilang sih mau pindah ke sini “ sapa orang tadi yang ternyata dia leon, orang yang paling aku gak suka di sekolah ini. Alasannya sih dia tu orangnya sombong, cuek, dan yang paling penting dia tuh nyebelin banget. Aku mengetahuinya karena kami pernah sekelas di kelas 10. “ aku kan gak pengen ngerepotin kamu “ yuki sambil meminum es jeruk di depannya. “ setidaknya kamu kan bisa kasih tau aku kalau kamu mau pindah ke sini “ leon tampak sedkit kesal dengan yuki.

          Bel tanda masuk pun berbunyi, ketika di kelas “yuki, kamu kok bisa kenal sih sama si leon” tanyaku sambil memainkan pena di tanganku. “ oh leon tu saudara aku. Walau saudara jauh sih, memang ngapa rey ? “ yuki menatapku dengan penasaran akan jawabanku. “ enggak ada sih, Cuma dia tu kan sombong banget. Aku aja malas banget liat dia  “ jawabanku malah di balasnya dengan tawanya yang menurutku sangat manis sekali. “ leon tu memang gitu kalau belum kenal tapi kalau dah kenal dia baik kok. Biar nanti aku kenalin kalian biar lebih dekat, jadi kamu tau dia kayak gimana  “ jawabnya. “ gak usah, gak papa kok. Aku percaya sama kamu “.

          Di sini lah aku sekarang di rumah yuki bersama yuki tentunya dan juga leon. Memang benar kata yuki ternyata sebenarnya leon tuh sebenarnya tuh baik kok, aku aja dulu yang gak mau mencoba berteman dengan dia. Aku pun akhirnya pulang ketika jarum jam menunjukkan pukul 4 sore.
Tak terasa sudah cukup lama kami berteman bahkan leon kini sudah bersahabat dengan aku dan sering hangout bareng bersama yuki tentunya. Leon pun juga sudah tau kalau aku suka yuki, jadi dia berniat bantuin aku, karena menurut dia aku tuh baik dan cocok sama yuki. Jadi ini lah hari aku ingin mengutarakan perasaanku sesuai dengan rencananya si leon. Kami pun pergi ke sebuah taman bermain, tapi ketika sampai di sana “ eh... maaf yah aku harus pulang dulu nih, ada urusan penting. Kalian senang-senang aja yah “ ia lalu berlari sambil melambaikan tangannya dan hilang di antara kumpulan pengunjung.

          Kami pun mulai bermain dengan beberapa wahana bermain yang ada sampai ketika “ yuki, kita naik itu yuk “ aku menunjuk komedi putar yang ada di depan kami . “ ayo aku juga dah lama gak naik komedi putar “ antusias dia menjawab tawaranku. Di saat kami sedang berputar aku pun mulai membuka pembicaran setelah sempat berhenti tadi “ yuki, aku pengen ngomong sesuatu sama kamu “ aku yang dari tadi berada di sampingnya “ mau ngomong apa, ngomong aja lagi rey “ ia lalu menatapku. “ ehmm ... aku suka sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku “ terasa gugup ketika ku mengatakannya dengan tangan yang terus basah dari tadi karena keringat “ Hmm .... “ ia tampak berpikir yang membuat aku semakin gugup saja menunggu jawabannya. Namun ketika dia ngomong ada tangisan keras dari anak-anak yang ada di belakang kami karena es krimnya jatuh, karena tak mendengar apa yang di katakan yuki aku pun bertanya kepadanya “ kamu tadi ngomong apa yuki. Aku gak denger “ kepalaku agak mendekat ke yuki. Lalu tanpa ku sadari yuki mencium pipiku lalu berkata “ aku juga suka kamu dan aku mau jadi pacar kamu “ jawabnya sambil menunduk dengan muka yang merah tapi bukan dia saja yang memerah namun aku juga karena tindakannya tadi. Lalu aku meraih tangannya dan kami bergandengan hingga kami pulang.

           Keesokan harinya leon telah menungguku di kelas menanti jawaban atas usahanya “ gimana rey, berhasil gak ?” tanyanya, namun hanya ku balas dengan senyuman “ kalau gitu ntar di kantin aku tunggu PJ nya ( pajak jadian ) yah, bye “ ia langsung pergi dari kelasku. Karena aku memang sudah berjanji kepadanya, jika usahanya berhasil aku akan mentraktirnya.

           Setelah mengantar pulang yuki, aku langsung pulang. Ketika aku sedang asyik  nonton tv “ rey, kamu ngapa sih. Dari semalam senyum-senyum terus “ mama datang sambil membawa secangkir tehnya. “ iya tuh ma. Dari semalam kak rey senyum-senyum terus pas lagi mandi dia nyanyi-nyanyi girang gitu,  paling lagi jatuh cinta tuh ma “ lili sambil tertawa “ kamu tuh yah ganggu aja lili. Hmm ... iya ma aku lagi seneng banget karena aku semalam pas nembak cewek yang aku suka, dia terima cinta aku “ aku agak tersipu malu mengatakannya “ ihh ... kak rey nembak cewek. Gimana kak ceweknya gak mati kan atau ceweknya gak sekarat kan “ lili membalasnya, aku yang mendengarnya langsung berlari dan mengacak-acak rambutnya “ kamu tuh yah masih kecil jadi jangan gangguin ngapa “ aku yang telah puas dengan rambutnya lalu melepaskannya. Dia malah mengejekku dengan lidahnya dan berlari ke belakang mama “ sudah lah kalian tuh kelahi terus kerjaannya dan rey ingat jaga anak orang, jangan macam-macam “ mama lalu meminum tehnya “ dengar kak rey jaga anak orang “ lili malah memotong sebelum aku mau berbicara dan menjulurkan lidahnya lagi untuk mengejekku tapi sebelum aku mau mengejarnya dia sudah berlari menuju kamarnya.

          Sudah beberapa hari ini aku lihat sikap leon agak berubah ntah mengapa, dia sering smsan sama seseorang ketika kita lagi bersama sambil senyum-senyum sendiri dan juga ketika di ajak bicara suka gak nyambung karena pikirannya ntah ada di mana. Beberapa opini muncul di pikiranku tapi hanya satu hal yang aku yakin yaitu leon lagi jatuh cinta, kenapa aku bisa berpikir begitu yah jawabnya mudah aja karena aku juga kayak gitu sebelum pacaran sama yuki.

          Ketika di kantin sekolah leon lagi sendirian sehingga aku ingin bertanya kepadanya, mengenai apa yang ada di pikiranku ini. “ hei leon bengong aja lo “ aku langsung duduk di depannya “ eh lo rey ganggu aja “ leon meminum minuman di depannya “ elo kayaknya belakangan ini agak aneh deh, apa jangan-jangan lo lagi jatuh cinta kan. Sama siapa sih “ aku langsung menyudutkannya dan dia agak tersedak mendengarnya “ ehhh ... mana ada “  leon agak gugup menjawabnya “ ngaku aja deh lo sama gue, jangan pake bohong segala lagi “ balasku “ ya deh, lo bener gue lagi suka sama seseorang “ leon mulai agak santai “ memang siapa sih yang bisa bikin lo kaya gini “ aku mulai penasaran “ namanya anggar saraswati dia dari SMA 18. Dia cantik terus menarik banget orangnya rey “ dia agak antusias menjelaskannya. Namun “ Ohhhh ... “ aku hanya membalasnya begitu . “ kok gitu sih lo jawabnya rey “ ia agak jengkel melihat responku tadi “ jadi aku harus jawab gimana karena aku gak terkejut sih, karena anggar tu tetangga aku sekaligus sahabat aku. Aku juga mengakui kalau dia tuh cantik kok “ aku menjawabnya dengan santai “ jadi lo kenal ama dia, kalau gitu tolong gue dong biar bisa deket ama dia “ kini leon memasang tampang memelasnya “ gue sih ok aja tapi ntar Pj nya yah. Di kafe yang baru buka deket gramedia  “ aku memainkan pena yang tadi ada di saku. “ ya deh. Yang pengting gue bisa dapetin anggar “ jawabnya

          Aku pun mulai membuat rencana ini di bantu yuki agar rencana ini dapat semakin sempurna, yuki pun tampak antusias membantuku apalagi ketika mendengar bakal di traktir kalau misi ini berhasil. Benar saja ternyata misi kami berhasil dengan sukses.


          Hubungan aku dengan yuki semakin hari semakin dekat saja dan aku selalu ingat pesan mama jaga anak orang dan jangan macam-macam. Aku pun sendiri tahu aku gak akan merusak seseorang karena hanya berlandaskan cinta semata saja namun juga harus di landaskan saling kepercayaan yang telah di ikat oleh pernikahan. walau kadang kami berselisih paham dan bertengkar, tapi kami kembali akur. Leon juga sudah mendapat pacar tak lama kemudian dan mereka kelihatan cocok banget, kami juga sering double date dan juga sering ngumpul bareng di rumah yuki ataupun di rumah anggar saat ada waktu luang. keluargaku pun juga telah mengenal yuki dan lili semakin sering menggangguku, namun tetap saja aku akan terus mengacak-acak rambutnya jika itu terjadi. karena itu adalah kebiasaanku, 

terpaan angin 
menerbangkan daun 
rasa cinta melambungkan 
dua anak manusia
rasa cinta adalah sayap 
bagi mereka tuk terbang tinggi 
tanpa ada rasa cinta 
hidup seakan tiada artinya 

Keyakinan diri



Hamparan pasir terbentang luas
Sinar mentari begitu menusuk kulit
Para binatang bersembunyi di balik sarangnya
Tapi ku harus terus berjalan
Mencari dirimu berada 
Entah di mana jalan ku pulang
Karena kau lah tempat ku pulang 
Ku hanya mencoba tuk terus melangkah
Melangkah tuk menyelamatkanmu
Walau tiada kepastian
Ku yakin kau pasti menungguku
Menunggu aku yang entah kapan

Dapat bertemu kembali 

Kisah di balik hujan



Butiran hujan membasahi bumi
Udara dingin menyapa kulit
Ku pandangi hujan
Di balik jendela kamar
Seiring air yang mengalir dari langit
Air juga mengalir dari kelopak mata
Ku teringat masa-masa indah
Di saat semuanya ku miliki
Kini itu hanya kenangan
Tak dapat terjadi lagi
Hanya dapat ku ingat dalam pikiran
Kembali menatap langit
Mentari kini telah kembali dengan pesonanya
Ku juga harus begitu
Harus bangkit dari keterpurukan

Yang menyelimuti pikiran ini

Waiting


Ku menunggu
Menunggu dirimu yang mau menerimaku
Aku telah berusaha
Memberikan perhatian
Semangat di saat kau ujian
Nasihat di saat kau
Lelah menghadapi dunia
Aku telah menyatakan perasaan ini
Tapi kau menolaknya
Walau kau mengatakan
Kita sebaiknya berteman saja
Itu katamu
Aku tetap menunggu
Segala usaha telah coba
Hanya dirimu yang dapat menentukannya
Ku serahkan kepadamu

Pujaan hatiku 

Selasa, 04 Agustus 2015

sehelai benang

terkadang kata tak sanggup tuk menggambarkan
perasaan yang ada di dalam hati
namun terkadang pula
tindakan mengacaukan rencana yang telah ada
aku gugup
aku kesal
dan aku merasa diriku
hanya seperti sehelai benang
tak dapat tuk menghangatkan tubuh
tapi kini kusadari satu hal
walau hanya sehelai benang
namun benang yang begitu panjang
yang memiliki masa depan
aku dapat menjadi apa yang aku mau
bahkan ku yakin pasti
ku juga pasti kan mendapatkan hatimu 

Minggu, 02 Agustus 2015

ini jalanku



          Cinta itu memang menarik begitu banyak hikmah yang bisa di ambil dari cinta dan cinta itu juga unik. Beragam jenis cinta yang ada di dunia ini dari cinta terlarang, cinta monyet, hingga cinta-cinta lainnya, tapi bukan hanya sesama manusia saja yang disebut cinta namun makhluk hidup yang berbeda jenis pun dapat merasakan cinta seperti aku yang sangat mencintai kucing dan tanaman karena mereka itu memiliki keunikannya tersendiri. Pasti kalian juga merasakan hal yang sama, yah walaupun terhadap hal yang berbeda denganku. Perkenalkan namaku revan seorang guru di sma negeri di kotaku, ehh bukan kotaku tapi lebih tepatnya kota tempatku tinggal. Walaupun cintaku tak serumit cinta orang lain yang begitu menarik perhatian, tapi cukup bagus untuk di baca.

          Semua bermula ketika aku masih kelas sebelas sma, suasana begitu berisik di hari pertama tahun ajaran baru. Hanya beberapa teman saja yang dapat aku kenali dari sekian banyak orang di dalam kelas termasuk temanku ketika kelas 10 ira, ia juga lah yang memperkenalkanku kepada teman-teman yang begitu baik kepadaku hingga saat ini. Walau terkadang menyebalkan sih, kembali ke cerita. Aku memulai tahun ajaran baru dengan hanya diam menatap teman-teman lain yang berusaha saling mengenal satu sama lain. Namun aku berbeda aku belum bisa menerima suasana yang baru secepat mereka, aku butuh waktu yang lama untuk itu.

          Ira yang duduk di sampingku mencoba memperkenalkan teman-teman yang baru di kenalnya yang sedang duduk di belakan kami. Dengan menarik nafas panjang lalu ku hembuskan semuanya lalu berbalik badan memasang senyuman seadanya pada wajahku yang datar ini, mereka pun mulai memperkenalkan dirinya masing-masing. Setelah memperkenalkan diri mereka mulai mengobrol hal-hal yang sama sekali tak membuatku tertarik, aku hanya berusaha menjadi pendengar yang baik saat itu.

          Setelah berjalannya waktu aku pun mulai dekat dengan mereka yang ternyata sangat asik dan ada seseorang yang membuatku tertarik dalam kelompok ini, ia bernama diyah. Kami selalu berusaha sekelompok ketika di berikan tugas maupun dalam mengerjakan tugas-tugas yang lain, jadi aku cukup sering bertemu orang itu. Dia adalah orang yang menarik sih, gak seperti yang lain menjalani kehidupannya dengan barang-barang yang bagus walau sebenarnya ia mampu membelinya dan berdandan dengan secukupnya saja gak lebay kayak yang lain. Aku pun cukup sering ke rumahnya, bahkan sampai tetangganya cukup akrab denganku.

          Aku sangat senang sekali berada di dekatnya, sebelumnya aku belum pernah merasakan cinta. Sehingga selama ini aku hanya menyimpannya saja dan menganggap perasaan ini adalah sebuah perasaan karena sebuah pertemanan. Hingga suatu ketika kami melakukan jalan-jalan ke sebuah tempat wisata dan aku merasakan sesuatu yang sangat menyayat hati, kejadiannya begitu singkat.
Ketika kami lelah berkeliling kami semua duduk dekat sebuah pohon dan ada salah satu temanku yang menyatakan cintanya kepada diyah, perasaanku saat itu begitu hancur dan kesal. Hancur karena diyah menerimanya dan kesal karena diyah langsung di peluk oleh pria tadi tanpa ada penolakan sama sekali. Setelah saat itu pun aku hanya dapat memberikan tawa dan senyuman palsu agar mereka tak mengetahui apa yang aku rasakan saat ini.

           Ternyata hubungan mereka tak begitu lama entah alasan apa yang membuat mereka begitu tapi aku tak peduli yang penting aku bahagia karena sekarang aku memiliki kesempatan tuk memilikinya. Namun semua tak berlangsung lama ketika kelas 12, ia pindah kota. Entah alasan apa yang membuatnya pindah, hati ini kini terasa sepi dan hampa tanpa adanya dia. Hari-hari pun terus kujalani, aku telah berusaha menghubngi nomornya tapi tak ada jawaban darinya dan ia pun menjadi jarang membuka media sosial. Bahkan hampir gak pernah lagi membukanya, aku yang tak sempat menyatakan perasaan ini hanya mampu menyimpannya di sudut terdalam di dalam hati sehingga aku tak lagi dapat melihatnya dalam hatiku.

          Kini aku telah menjadi salah satu mahasiswa negeri di daerahku, aku mengambil jurusan pendidikan kimia. Walau menjadi guru bukanlah cita-citaku, tapi kimia adalah pelajaran yang sangat aku senangi, yah walau sebenarnya sih aku gak pernah memiliki cita-cita dalam hidupku. Aku hanya memiliki impian sejak kecil yaitu merawat tanaman di rumahku yang letaknya di pinggiran kota yang begitu nyaman bersama kucing-kucing yang dapat membuatku tersenyum ketika mereka bermanja-manjaan minta di elus pada rambut halus mereka dan juga membuat sebuah toko yang menjual tanaman-tanaman, juga beberapa hal yang di jual toko tanaman lainnya.

          Selama aku menjadi mahasiswa selama 4 tahun tak pernah ada yang pernah membuatku tertarik tuk menjadi kekasihku, mereka hanya ku anggap teman saja. Hingga aku menjadi guru dan impianku terwujud pun  aku belum juga menikah. Hingga membuat kedua orang tuaku resah dengan anaknya yang akan menjadi bujangan abadi. Namun semua itu berbeda sejak hari ini, hari ini hari minggu sehingga aku dapat mengawasi pegawaiku yang ada di toko. Ketika aku sedang asik merawat beberapa tanaman-tanamanku ada seseorang yang mengagetkanku, “ mas di sini ada menjual bunga mawar putih ? “ tanyanya sambil memegang topi yang ada di kepalanya. Ketika aku berbalik aku terkejut dan dia pun sama terkejutnya dengan diriku, ternyata dia telah kembali. “ diyah, sejak kapan kamu kembali kemari ? “ jawabku yang buka jawaban dari pertanyaan yang dia ajukan tadi. “ belum lama kok, kamu dah sukses yah sekarang “ aku hanya dapat tersenyum atas pujian itu. “terima kasih, oh ya tunggu sebentar yah aku mengambil mawarnya dulu “ aku pun bergegas ke belakang menyuruh pegawaiku mengambil beberapa tangkai mawar putih untuknya.


          Kami pun mengobrol panjang lebar, ternyata ia kemari sedang liburan bersama suaminya dan mereka baru saja menikah sebulan yang lalu. Ketika sedang asyik mengobrol ada suaru yang mengujutkan kami, “ diyah, kok lama banget sih “ tanya pria itu. “ oh ya aku sampai lupa, karena ngobrol jadi gak ingat kalau kamu nungguin. Ini revan teman aku saat sma “ jawab diyah . “ yogi “ ucapnya lalu kami bersalaman. Lalu tak lama mereka pergi yang ternyata ingin mengunjungi keluarga diyah yang sedang sakit, jadi ia memebeli bunga. Mereka pun pergi meninggalkanku yang dari tadi memandang kepergian mereka. Terasa sakit memang namun aku tetap harus menjalani hidupku dengan bahagia karena aku yakin dia bukanlah cinta sejatiku. Aku yakin pasti cinta sejatiku pasti telah lama menungguku di luar sana, aku pun akhirnya dapat bahagia melihatnya yang kini bahagia dan semua terasa begitu ringan ketika aku melapaskan sesuatu yang selama ini menusuk hati terdalamku.