/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-3/ani340.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/anime/ani-3/ani340.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */ One Piece - Tony Tony Chopper

Senin, 24 Agustus 2015

kisah Lili




          Hubungan kak rey dan kak yuki masih berjalan hingga sekarang, aku iri dengan mereka yang dapat berhubungan hingga cukup lama. Aku adalah tipe cewek yang gak pernah berhubungan lama dengan pacar-pacarku, tapi mulai sekarang aku ingin seperti kak rey. Walau terpisah jauh mereka tetap dapat berhubungan dengan baik, yah mungkin terkadang sedikit ada cekcok di antara mereka. Itu wajar sih menurutku, karena setiap hubungan pasti ada masalah di dalamnya walau sekecil apapun.

           Sekarang aku sudah kelas 11 dan di kelas 11 ini aku belum pacaran sama sekali, walau ada seorang cowok yang aku suka. Dia namanya rangga, teman sekelasku. Namun sial bagiku karena menyukai orang yang juga di sukai oleh gita, orang yang paling ngeselin di dunia ini. Wajar aja sih karena rangga itu kan ganteng, tinggi, cool, pemain basket di sekolah dan yang paling penting rangga itu manis banget. Senyumnya itu loh yang membuatnya terkesan manis dengan lesung pipi di pipi kanannya. Aku memang baru menyukai rangga karena dulu kami tidak sekelas dan aku belum tertarik melihatnya, namun kini perasaan itu telah muncul. Kalau gita sih memang dari kelas 10 sudah menyukai rangga tapi sama sekali tak di respon oleh rangga.

           Hari ini seperti biasa gita selalu mampir ke kelasku untuk bertemu dengan rangga, aku yang sedang belajar dengan weni dan norland merasa terganggu kedatangannya. “ eh, kalian lihat rangga “ gita datang-datang memukul pelan meja kami belajar, “ kamu liat aja sendiri ada gak rangganya “ jawabku agak kesal dengan kedatangannya. Gita langsung melihat sekeliling lalu perg meninggalkan kelasku dengan agak cemberut. “ cewek itu ngapa sih suka deketin rangga, padahal kan rangganya dah nolak dia beberapa kali. Tetap aja di deketin terus “ weni agak jengkel dengan tingkah gita yang selalu berlebihan itu. “ sudahlah jangan di pikirin, sambung belajarnya aja yuk “ norland sambil tersenyum mulai menulis tugasnya kembali.

           Setelah cukup lama kak rey tidak pulang ke rumah akhirnya nanti sore, kak rey akan pulang selama seminggu. Kata mama kak rey membawa temannya untuk berlibur di sini, mama pun sudah menyiapkan kue kesukaan kak rey untuk nanti sore. Di saat aku sedang menonton tv, ada suara mobil yang berhenti di depan rumahku. Mama yang sedang berada di dapur langsung keluar menuju pintu depan, aku pun mengikuti mama dari belakangnya. Setelah pintu terbuka mama langsung berlari memeluk kak rey, aku yang berada di belakang mama hanya terpaku dengan sosok pria di samping kak rey. Dia begitu keren banget, lebih ganteng di bandingkan dengan rangga. Aku yang tadinya juga ingin memeluk kak rey karena kangen. Hanya dapat terdiam memandang temannya kak rey yang seperti seorang malaikat.

           Sudah beberapa hari ini kak rey dan kak virgo berada di rumah, kak yuki pun ternyata juga pulang dari kuliahnya di UI karena kak yuki juga liburan. Sejak ada kak rey di rumah, aku mulai sering senyum-senyum sendiri dan wajahku bila bertemu dengan kak virgo selalu merasa memerah. Weni yang melihatku belakangan ini sering senyum-senyum mulai bertanya-tanya. “ lili, kamu kenapa sih. Sering senyum-senyum sekarang “ weni penasaran dengan tingkahku. Aku yang mendengarnya hanya menjawab dengan tersenyum dengan bahagia, tapi ada yang berbeda juga dengan norland dia terlihat agak berbeda sejak perubahanku akhir-akhir ini. Norland lebih sering memperhatikanu dan juga lebih perhatian terhadapku.

           Aku akhir-akhir ini memang lebih dekat dengan kak virgo dan perasaan suka kepadanya tak dapat ku tahan lagi. Di saat kak virgo sedang sendiri di taman belakang, aku menghampirinya dengan niat mengutarakan perasaanku kepadanya. “ sore kak, lagi ngapain “ sambill memperbaiki poniku yang sedikit berantakan. “ lagi santai aja nih, memangnya ada apa ? “ kak virgo memperbaiki duduknya mungkin agar lebih nyaman. “ gak ada apa-apa kok “ jawabku, tak lama kami mulai terdiam. Entah tiba-tiba datang dari mana ku mulai mengatakan persaanku kepadanya. Ini adalah pertama kalinya dalam hidupku menembak seorang cowok, apalagi kayak kak virgo yang ganteng ini. “ kak ... “ lirihku lalu menunduk mencoba mengumpulkan keberanianku kembali. “ ada apa ? “ ia lalu menatapku. “ aku suka sama kak virgo dan mau gak kak virgo jadi pacar aku “ aku kembali menunduk setelah mengatakannya dengan muka yang sudah kupastikan pasti amat merah seperti tomat. Kak virgo lalu tersenyum dengan sangat manis “ kakak udah punya pacar yang bahkan kak rey pun gak tahu. Lagi pula kamu seharusnya mencari pacar yang seusia denganmu sehingga bisa menjadi penyemangat untuk kamu “ ia lalu mengelus rambutku dengan lembut tak seperti kak rey, aku hanya bisa mengangguk dan berusaha tabah mendengarnya.

           Di saat pesta ulang tahunku ini, entah bagaimana caranya gita dapat pergi dengan rangga. Gita terlihat selalu memegangi rangga dan dapat ku lihat di wajahnya rangga tampak risih dengan adanya gita di sisinya. Walaupun begita aku tetap saja sedih melihatnya, raut wajahku pun berubah. Kak rey tiba-tiba saja menghampiriku dan mengajakku ke tempat yang cukup sepi dan bertanya apa yang terjadi denganku. Awalnya memang aku berusaha membohonginya, namun dia terus mendesakku sehingga aku harus menceritakan kepadanya. Setelah mendengarnya kak rey langsung pergi dan tak lama ia membawa kak virgo bersamanya, awalnya memang agak risih namun aku akhirnya menyetujuinya setelah mendengar rencana kak rey.

           Gita benar-benar iri terhadapku karena kak virgo yang lebih ganteng dari rangga, membuatnya agak cemberut. Tapi aku merasa ada tatapan yang aneh kepadaku, bukan dari gita. Setelah ku melihat sekeliling norland sedang menatapku dengan tatapan anehnya, ternyata bukan hanya aku yang merasakannya kak virgo juga di saat aku melihat norland. Ia lalu menghampirinya dan entah ngomongin apa. Tak lama ia lalu kembali, “ lili itu teman kamu kan “ kak virgo menunjuk norland yang sedang duduk menyendiri. Aku hanya dapat mengangguk untuk menjawabnya, “ kamu coba samperin dia, katanya mau ada yang dia omongin tuh “ kak virgo lalu meninggalkanku. Aku lalu duduk di samping norland dan bertanya kepadanya “ kata kak virgo ada yang mau kamu omongin yah, tentang apa ? “ tanyaku “ dia pacar kamu yah “ norland terlihat kesal. “ enggak kok, dia itu temannya kak rey. Bukan siapa-siapa, memangnya kenapa “ aku lalu memandangnya dengan penuh tanda tanya dalam kepalaku. “ enggak ada, oh ya ada yang mau aku omongin tapi gak di sini. Ikut aku yuk “ jawabnya langsung menarikku ke tempat yang sepi dan benar-benar tak dapat di lihat oleh yang lain.

           Ketika sampai dia langsung melepaskan tanganku dan tangannya mengambil sesuatu dari dalam celananya. “ happy birthday lili “ norland mengeluarkan sebuah kertas berwarna pink yang terlipat tapi begitu indah. Aku lalu membukanya secara perlahan-lahan, tapi tulisannya tak begitu jelas. Samar-samar aku membacanya.

Happy birthday lili
           Aku memang gak dapat memberikan hadiah seperti yang lain dan hanya dapat memberikan ini. Namun apalah artinya benda-benda itu bila tak ada maknanya sama sekali, aku berharap kamu dapat menjadi lebih baik lagi dan juga lebih dewasa dengan bertambahnya usia kamu. Kamu dapat sehat selalu dan menjadi gadis yang kuat yang gak mudah sakit. Karena ketika melihat kamu sakit, aku juga seperti dapat merasakan sakit yang kamu rasakan.
           Aku juga ada sesuatu yang ingin aku katakan di balik kertas ini, tapi sebelum kamu melakukannya. Tolong kamu pikirkan baik-baik jawabannya yah

Lalu setelah menatap norland dan dia mengangguk, aku langsung membalik kertas itu

           Lili sebenarnya aku sudah lama suka sama kamu, tapi aku selalu takut untuk mengatakannya, takut kamu menolak aku dan menjauh dariku. Tapi aku telah mengumpulkan keberanian itu dan di hari spesial kamu ini, aku juga ingin membuat hari ini spesial bukan hanya buat kamu tapi juga aku. Lili ku mohon terimalah perasaanku ini, aku tak ingin kamu bersedih lagi. Melihatmu menangis selalu membuat hatiku juga terasa tersakiti.

           Selesai membaca surat itu aku langung menatapnya yang hanya dengan sedikit penerangan, tangannya di arahkan kebelakang dan perlahan mulai bergerak ke depan. Norland mengeluarkan setangkai bunga lili yang entah di dapatnya dari mana “ lili maukah kamu menjadi pacarku, walaupun aku gak tampan seperti rangga tapi aku akan selalu menjadi yang terbaik bagi kamu. Jika kamu menerimaku, kamu dapat memegang bunga itu dan jika tidak kamu dapat melakukan apapun dengan bunga itu “ norland lalu terdiam menunggu jawaban dariku. Cukup lama aku berpikir, norland memang baik dan berbeda dengan yang lain. Dia juga perhatian terhadapku, walau kadang sifatnya membuatku sedikit kesal. Tapi itulah yang menarik darinya yang membedakan dia dengan cowok yang lain dan aku sangat merindukan sifatnya itu di saat kami lama tak bertemu.

           Aku menatapnya perlahan dan mulai mengatakan sesuatu kepadanya “ norland, maafkan aku .... “ jawabku. Ia langsung menunduk mungkin merasa sedih. “ aku ... “ perlahan ku mulai mengatakan sesuatu, ia langsung mengangkat wajahnya dan terlihat setetes air mata di pelupuk matanya. “ mau kok jadi pacar kamu “ aku langsung memeluknya dengan erat. Tak lama pelukan kami pun terlepas, “ kamu itu membuat jantung aku serasa berhenti tau, tapi terima kasih sudah mau terima aku. “ norland terlihat tersenyum dengan manisnya. Tiba-tiba ada suara tepuk tangan dari belakangku, ternyata itu kak rey, kak yuki dan juga kak virgo. Ternyata mereka sejak tadi berada di sana tanpa sepengatahuan kami, aku hanya dapat tertunduk malu dan menyembunyikan wajahku di balik lengannya norland.


“ Hidup itu memang menarik yah, belum tentu orang yang kamu suka itu yang pantas buat kamu. Namun yang terbaik buatmu adalah yang selama ini berada di dekatmu dan tanpa kamu sadari dia selama ini selalu mengamatimu, memperhatikanmu dan menyimpan perasaannya kepadamu. Seperti norland kepadaku “ – Lili 

Sabtu, 22 Agustus 2015

Reynal dan Yuki 3



          Setelah lulus SMA aku meneruskan belajarku di ITB mengambil jurusan agroteknologi, mengapa aku memilih jurusan itu ?. itu semua karena yuki, dia yang menyarankanku mengambil jurusan ini karena menurutnya aku memiliki bakat dalam jurusan ini. Orang tuaku pun setuju dengan pilihan ini karena menurut mereka jurusan ini memiliki prospek yang bagus, apalagi dengan bakat yang kumiliki. Aku memang cukup senang dengan tanam menanam dan juga sering mempraktekkan teknik menanam modern yang sering ku lihat di internet. Tapi berbeda dengan yang lain lili malah sering mengejekku dengan jurusan ini “ ehh ada calon petani “ ejeknya sambil senyum-senyum. “ enak aja, kamu tuh pikirannya dangkal banget sih. Cuma soal cowok kamu aja yang kamu paham. Agro tu bukannya jadi petani tapi jadi pengusaha tau, tapi dengan cara-cara yang modern “ ejekku dan juga menjabarkan kepadanya mengenai jurusanku.

          Oh ya sedangkan yuki mengambil jurusan kedokteran di UI yang merupakan cita-citanya sejak kecil, walau kami terpisah jauh. Namun hubungan kami tetap lancar hingga saat ini, berbeda dengan aku dan yuki. Leon dan anggar harus mengakhiri hubungan mereka karena leon harus berkuliah di luar negeri.

          Pada saat berkuliah aku harus mengekos, karena permintaanku yang ingin mencoba hidup mandiri. Walau kedua orang tuaku sempat melarangku dan menyuruhku untuk tinggal di rumah saudara kami yang juga dekat dengan kampus, namun aku menolaknya.

          Hari ini adalah hari ospek pertamaku, tak banyak teman-temanku yang masuk di ITB dan mereka yang lolos pun tak ada jurusan yang sama denganku. Aku dapat lolos di ITB pun berkat bantuan yuki yang mengajariku . aku melihat sekeliling sangat ramai anak-anak baru sepertiku, aku yang sendiri menuju tempat duduk yang kosong. Sedang asik mendengarkan musik tiba-tiba ada seseorang yang mengagetkanku “ hei, nama lo siapa, gue virgo “ dia menyodorkan tangannya, aku langsung melepaskan headset yang ada di telingaku dan berjabat tangan dengannya “ gue reynal, panggil aja rey “. “ lo ngambil jurusan apa ?” tanya virgo. “gue ambil agroteknologi, kalau lo” balasku. “sama dong kita “ virgo sepertinya teman yang cukup asik dari pembiraan kami yang nyambung sejak tadi. Namun harus kami akhiri karena ospek akan segera di mulai.

          Aku dan virgo sekarang sedang berada di pasar mencari barang-barang yang di minta oleh panitia ospek, untung saja kami tidak kena yang aneh-aneh seperti yang lain. Sebagai anak baru, aku sih nurutin aja asal gak berlebihan. Selesai mencari barang yang di cari, aku di ajak virgo ke rumahnya yang terkesan sangat indah dengan berbagai macam tanaman yang menghiasi rumahnya. “ vir, rumah lo keren banget. Desainnya juga keren. “ aku memandang rumahnya yang sangat keren dan juga nyaman ini. “ kalau yang desain mama gue dan soal tanamannya gue yang urus ‘’ virgo mengatakannya dengan amat bangga. Kami pun lalu mengobrol bersama mamanya virgo yang masih cantik, setelah langit mulai berubah warna. Aku harus pulang dan virgo mengantarku pulang. Sebelum tidur, aku menyempatkan sms yuki sebelum tidur dan mengobrol banyak hal tentang hari ini.

          Setelah beberapa bulan berjalan, besok adalah waktunya liburan. Walau hanya seminggu aku harus memanfaatkannya dengan baik, aku berencana pulang ke rumahku dan ternyata virgo juga ingin ikut bersamaku. Aku pun menceritakan kepada yuki “ yuki, besok aku bawa teman aku yah. “ tanyaku sambil telfonan. “ wah bagus dong, siapa nih orangnya ?. virgo yang sering kamu bilang itu yah “ yuki terdengar seperti penasaran “ ya, bagus lah kalau kamu gak marah. Sudah malam nih, tidur sana yuki. Oyasuminasai yuki-chan” aku sambil senyum-senyum. “ oyasuminasai rey-kun “.

           Akhirnya kami pun sampai di rumahku,” rumah lo ok juga rey “ puji virgo sambil memandang sekeliling rumah seperti aku sebelumnya yang melihat rumah virgo. “ thanks “. Mama lalu keluar rumah bersama lili, aku yang rindu dengannya langsung memeluk mama dengan erat. “ eh ini yah yang namanya virgo, rey. “ mama setelah melepas pelukan kami. “ ya tante, saya virgo temannya rey. “ rey langsung berjabat tangan dengan mama.” Ya sudah kalian ke taman belakang aja sana. Apel sama anggur yang kamu tanam lagi buah tu, nanti mama juga buatin kue buat kalian “ mama pun masuk ke dalam sambil memegang lili yang sejak tadi senyum-senyum terus dan wajahnya tampak memerah seperti tomat. Ku akui memang virgo adalah pria yang sangat tampan, tinggi dan juga pintar. Banyak teman-teman kami maupun senior yang menyukainya, tapi kata virgo. Mereka gak ada yang menarik sama sekali buatnya.

          Setelah meletakkan barang-barang kami di kamarku, kami langsung menuju ke taman belakang. “  rey, anggurnya manis banget. Kamu pake teknik stek eh tanamnya “ virgo menggigit anggur sedikit demi sedikit. “ yup “ jawabku singkat. Tak lama mama datang bersama seseorang, itu bukan lili karena tingginya berbeda. Ketika dia berpindah ke samping mama, aku baru menyadari bahwa dia adalah “ yuki, kamu kapan sampai “ aku langsung memeluknya dan menatap wajahnya. “ belum lama kok, tadi habis dari rumah. Aku langsung ke sini “ yuki menunduk dengan wajahnya yang memerah. “ kamu kan baru pulang pasti capek, ngapa gak beso aja datangnya ? “ tanyaku agak khawatir. “ karena ... aku kangen sama kamu “ wajahnya semakin memerah. “ sudah-sudah kalian mau sampai kapan dramanya, sudah yuk makan dulu sini “ mama menghentikan kegiatan aku dan yuki. Kami pun mengobrol banyak hal. Mengenai kegiatan aku dan rei, juga yuki di jakarta. Termasuk mengenai acara ulang tahun lili yang akan di adakan 3 hari lagi.

           Lili dan virgo pun semakin saja, walau mukanya lili selalu merah kalau dah dekat dengan virgo. Lili sekarang juga mulai jarang mengejekku, mungkin karena adanya virgo yang selalu dekat denganku. Tapi tetap saja aku masih suka mengacak-acak rambutnya dan dia tak marah hanya cemberut saja, mungkin karena ada virgo. Kami bertiga hari ini berencana membeli hadiah buat lili untuk acara besok, karena aku dan virgo bingung hadiah apa yang cocok untuk lili. Untung saja ada yuki yang menolong kami. “ eh ini gimana “  aku menunjuk boneka kelinci kecil yang cukup lucu. “ bagus juga rey, kamu pilih itu aja “ yuki sambil memegang boneka itu. Akhirnya kami memilih hadiah untuk lili, yuki membeli kotak musik. Sedangkan virgo membeli boneka beruang.

          Sebelum pulang kami menyempatkan untuk ke cafe sebentar, tuk melepas lelah. Tapi tak lama karena yuki harus cepat pulang karena ada urusan yang harus di selesaikannya. Aku dan virgo kini sedang berada di taman belakang sambil mempersiapkan tanaman untuk acara besok, aku memiliki ide untuk mendesain acara lili besok dengan menggunakan hiasan-hiasan yang menggunakan tanaman tapi dengan cara yang unik. Lili pun menyetujuinya setelah mendengar penjelasan dariku. Menurutnya menarik juga karena terkesan beda sama acara temannya tapi tetap terkesan keren.

           Di saat acara telah di mulai, para tamu yang merupakan teman-temannya lili tampak bergembira. Bercanda dan tertawa tapi berbeda dengan lili kini ia tampak sedih, entah apa yang terjadi dengannya. Padahal tadi dia tampak gembira dengan teman-temannya “ lili kamu kenapa, kok sedih sih ? “ aku sambil membawanya menuju ke tempat yang sepi. “ gak kenapa-kenapa kok kak “ lili tampak mencoba membuat raut wajah bahagia namun tetap saja wajah sedih itu tak akan mudah tuk di hilangkan. “ jangan bohong deh, ayo bilang sama kak rey. Kamu kenapa sedih ? “ aku kembali mencari tahu apa yang membuatnya seperti ini. “hmm ... gita, cewek ngeselin itu. Tadi dia datang sama july, cowok yang aku suka kak. “ lili mulai terlihat cemberut dan agak kesal . “ ya sudah biar kak rey tolongin, jangan sedih lagi yah. Kamu makin jelek tau kalo kayak gini, oh ya kamu tunggu di sini sebentar yang jangan kemana-mana “ aku tadinya berniat ingin mengacak rambutnya namun ku batalkan dan hanya tersenyum lalu aku pergi meninggalkan lili. Aku mencari virgo yang sedang di kerumuni oleh teman-temannya lili dan menariknya dari kerumunan itu lalu menceritakan apa yang terjadi dengan lili. Lalu dia setuju dengan ideku untuk menolong lili, ini ku lakukan untuk membuat gita iri dengan lili. Lili pun tampak senang mendengarnya, apalagi lili juga cukup tertarik dengan virgo.

          Aku kini sedang menikmati pemandangan yang indah di depanku dan di temani orang yang sangat spesial dalam hidupku, lili terlihat kembali dengan senyumannya sambil memegang lengannya virgo dan mengobrol dengan temannya. Gita terlihat kesal di dekat meja makan tak jauh dari lili berada. Sedang asik menikmati pemandangan yang indah ada suara yang mengagetkanku “ rey, kamu paling bisa yah buat orang lain bahagia “ yuki sambil tersenyum melihatku. “ kalau orang yang aku sayang bahagia, pasti aku juga akan bahagia. “ aku lalu memakan kue yang ada di tangan yuki. Kami pun berbahagia sepanjang malam dengan canda dan tawa, malam juga terasa semakin indah dengan bintang yang menghiasi langit dengan indahnya.

“ Kebahagiaan itu sederhana dan mudah untuk kau raih, karena kebahagiaan itu berasal dari orang terdekatmu. Jadi buatlah mereka bahagia dengan dirimu yang apa adanya “  Reynal


“ janganlah seperti angin yang hanya dapat ku rasakan dan tak dapat kulihat, ku ingin tak hanya kau saja yang membahagiakan orang lain. Tapi ku juga ingin membuatmu bahagia dengan segala hal yang ku miliki “ Yuki

Jumat, 21 Agustus 2015

Luka Di Hati



Menatap langit terasa kosong
Memandang dunia terasa hampa
Kesunyian yang tiada akhir
Penderitaan yang tiada henti
Menyerang dan menerjang
Menciptakan luka dalam yang sulit di obati
Tiada tabib yang mampu
Tuk mengobatinya
Siapa ?
Siapakah gerangan yang mampu
Mengobati luka ini
Apakah dirimu ?
Dirimu yang juga
Menciptakan luka di hati ini
Entahlah ku tak tahu jawabnya
Biarkan waktu yang menjawab

Semua pertanyaan dan luka diriku

Selasa, 18 Agustus 2015

Perahu kehidupan

Aku seperti perahu
Mengikuti gelombang
Membawaku entah menuju kemana
Terkadang ku merasa
Hanya kau lah
Gerangan yang mengerti aku
Di antara milayaran manusia
Kau seperti angin
Membawaku ke jalan yang benar
Di antara gelombang laut
Keberadaanmu membuatku
Punya tujuan dalam hidup
Kau ciptakan dunia yang indah
Tanpa menghapus kenyataan ini
Tetaplah bersamaku
Walau ku harus ku ungkapkan

Rasa di dalam hati

Jumat, 14 Agustus 2015

Makna dalam hidup



Dulu penuh dengan pertengkaran dan perselisihan
Hari-hari hanya di hiasi dengan amarah
Cacian pun tak luput keluar dari bibir ini
Tapi itu dulu
Di mana kita sulit tak saling mengerti
Hidup yang terasa hampa
Tanpa berarti sedikit pun
Hari itu kejadian luar biasa terjadi
Kita mulai berubah
Saling mengerti, memahami dan saling percaya
Tiada lagi jarak di antara kita
Seakan kita selalu dekat
Walau sulit ku memandang dirimu
Hidup ini memang indah
Penuh kesan dalam dunia
Namun janganlah terbuai karenanya
Kehidupan tidak hanya sampai di sini
Masih ada kehidupan yang akan menanti
Jadi persiapkanlah dirimu
Jangan hiasi hidupmu saat ini

Dengan perbuatan yang berdosa

Rabu, 12 Agustus 2015

Harapan sang ayah



Bulir-bulir keringat para pekerja
Terus mengalir dengan derasnya
Teriknya sang mentari
Memanaskan kulit-kulit mereka
Namun mereka terus saja bekerja
Seakan tak peduli
Akan panasnya sang mentari
Ibarat sebuah api  
Yang terus membara di dalam dada
Sebagai penyemangat dalam bekerja
Karena keluarga telah menanti di rumah
Ia lah cahaya harapan dalam keluarga
Ia berharap suatu hari nanti
Anaknya tak menjadi sepertinya kelak


Selasa, 11 Agustus 2015

kisah kita

kau meihatku tanpa memaknainya
hanya melihat dengan sebelah mata
tak berkesan di dalam matamu
namun ku tahu
pasti berkesan di hatimu
walau kau sembunyikan dengan rapat
aku masih dapat melihatnya
karena kisah ini tentang kita
kita yang menjalani
kita juga yang mengalami
ku selalu bertanya
apakah kau menungguku
sama seperti aku menunggumu
tapi terkadang ku takut
terlalu takut tuk menyatakannya
sebentar lagi
tunggu aku
sebentar lagi
walau harus berakhir dengan kepahitan
namun akan ku ubah menjadi
akhir yang manis bagi kita berdua